Impian Seorang Pekerja Banglades Hilang Disebabkan Kesehatan yang Buruk

Halo! Saya Meidyana Rayang dari Indonesia, berikut adalah berita pekerja imigran di Korea Selatan.

Dalam pencarian akan kehidupan yang lebih baik, Mosaruf Hossain, seorang pria asal Bangladesh, memiliki impian besar saat pertama kali menginjakkan kaki di Korea pada 3 November 2009. Dengan Visa E-9, surat ijin bekerja di bidang yang dianggap berbahaya, kotor dan sulit bagi orang Korea, pria berusia 31 tahun ini mengira hal tersebut hanya merupakan masalah waktu baginya untuk menghasilkan uang saat kembali ke kampung halamannya.

Namun semua mimpinya hancur saat ia mengetahui bahwa ia tidak akan pernah dapat menggunakan kedua kakinya dengan baik.

Hossain harus menjalani operasi pencangkokan tulang pada kedua kakinya, akhir tahun lalu disebabkan tubuhnya tidak dapat lagi menahan beratnya beban pekerjaannya.

Dokter mengatakan bahwa Hossain tidak dapat lagi bekerja. Menurutnya hal ini disebabkan oleh jadwal pekerjaannya yang mencapai 15 jam per hari, yang dilakukannya selama lebih dari satu tahun tanpa sehari pun hari libur.

Saat ini kondisinya tidaklah mampu untuk bekerja dibidang lainnya yang dapat dilakukan dengan visa kerja E-9.

Hossain tidak dapat lagi berjalan tanpa bantuan penopang.

Apa yang diharpkan Hossain saat ini hanyalah agar dapat kembali ke kampung halamannya.

Namun dengan kondisi seperti ini, masa depannya tampak sulit.

Dia saat ini tinggal di penampungan yang disediakan oleh sebuah LSM, Pusat Pekerja Imigran Seoul. LSM ini sedang berusaha untuk mencari donasi agar dapat memulangkan Hossain kembali ke rumahnya di Bangladesh.

Demikian berita dari Korea Selatan, berita menarik lainnya dapat anda baca di situs The AsiaN di theasian.asia

Terima kasih.

news@theasian.asia

Search in Site